
Kunjungan Delegasi Turki dan ASEAN ke BSIP SDLP: Sinergi Hadapi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian
Kunjungan Delegasi Turki dan ASEAN ke BSIP SDLP: Sinergi Hadapi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian
Bogor (12/12/2024) - Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Sumber Daya Lahan Pertanian (BSIP SDLP) menerima kunjungan dari 12 peserta workshop Experience Sharing Project Between Turkey and ASEAN Countries. Peserta yang berasal dari Turki, Vietnam, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia ini disambut oleh Rima Purnamayani, SP., M.Si., bersama Ketua Kelompok Substansi Layanan, Anggri Hervani, SP., MSc., serta staf dari BSIP SDLP, BSIP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, dan BSIP Tanah dan Pupuk.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan workshop bertema "Sharing Project Between Turkey and ASEAN Countries on Sustainable Agriculture and Food Security Against Climate Change's Negative Effects to Introduce Opportunities for Collaboration". Acara dimulai dengan sambutan selamat datang dari kepala BSIP SDLP yang diwakili oleh Kepala BSIP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Rima Purnamayani, SP., M.Si., dan perwakilan dari Turki, Dr. Nihat Sonmez, General Directorate of Agricultural Reform, Ministry of Agriculture and Forestry, Republic of Türkiye. Sambutan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dalam sektor pertanian dan keamanan pangan.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada sistem informasi unggulan BSIP SDLP, yaitu SISCrop dan SIAP TANAM. SISCrop adalah sistem informasi yang memantau kondisi tanaman berbasis data, sedangkan SIAP TANAM memberikan rekomendasi waktu dan lokasi tanam berdasarkan analisis kondisi lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa fasilitas utama BSIP SDLP, termasuk Smart Green House, Internal Vertical Farming, dan tenda Mobile Klinik Pertanian. Di setiap lokasi ini, peserta dikenalkan pada teknologi berbasis Internet of Things (IoT), yang mendukung pengelolaan greenhouse serta identifikasi status hara tanah secara presisi.
Sebagai penutup, peserta diajak mengunjungi Museum Tanah dan Pertanian. Mereka diterima oleh Kepala Museum, Listina Setyarini, S.Sos., MP., dan menikmati koleksi yang kaya akan informasi berupa diorama, benda-benda bersejarah, foto, miniatur, dan alat peraga. Koleksi tersebut menggambarkan sejarah perkembangan pertanian di Indonesia, termasuk kontribusi Kementerian Pertanian dalam menghadapi tantangan di sektor ini.
Setelah berkeliling Museum Tanah dan Pertanian, para peserta berkesempatan melanjutkan diskusi dalam suasana santai sambil menikmati suguhan kopi Binturong dan cokelat yang disediakan oleh BSIP Tanaman Industri. Cita rasa khas kedua minuman tersebut mendapatkan pujian dari para peserta. Beberapa di antaranya bahkan memutuskan untuk membeli kopi Binturong sebagai oleh-oleh, menunjukkan apresiasi mereka terhadap kualitas produk lokal Indonesia. Diskusi yang hangat semakin mempererat hubungan antarnegara sekaligus menjadi momen promosi potensi produk pertanian lokal yang mendukung keberlanjutan.
Apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini disampaikan oleh General Directorate of Agricultural Reform, Ministry of Agriculture and Forestry, Republic of Türkiye, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membuka peluang kolaborasi di masa depan. (MAS)